0

PERAN PERAWAT DALAM MEMBIMBING IBADAH BAGI PASIEN

Keperawatan adalah pelayanan kesehatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan. Keperawatan dalam Islam adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan merawat pasien, individu, keluarga, dan masyarakat sebagai manifestasi cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad. Peran perawat sangat penting di dunia kesehatan, sebagai perawat yang profesional harus mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada klien dengan memperhatikan kebutuhan dasar manusia (KDM), dan mampu memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis, psikologis, dan spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok, dan masyarakat.

Sakit adalah suatu keadaan di mana metabolisme dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, walaupun sakit merupakan satu kondisi yang tidak menyenangkan, sebagai seorang muslim kita tidak perlu banyak mengeluh, karena terlalu banyak mengeluh merupakan godaan syaithan. Saat Allah menakdirkan kita untuk sakit, pasti ada alasan tertentu yang menjadi penyebab utama. Tidak mungkin Allah SWT melakukan sesuatu tanpa hikmah di balik semua itu. Allah pasti menyimpan hikmah di balik setiap sakit yang kita alami. Karenanya, tidak layak bagi kita untuk banyak mengeluh, menggerutu, apalagi su’udzhan kepada Allah SWT.

  • Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang sakit.

gambar-kartun-orang-berdoa

أَذْهِبِالْبَأْسَ رَبَّالنَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَالشَّافِي لاَشِفَآءَإِلاَّشِفَاؤُكَ شِفَاءًلاَيُغَادِرُسَقَمًا

“Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan total yang tidak menyisakan penyakit.”

  • Mengingatkan dan membimbing pasien ketika tiba waktu sholat.

a

Sholat merupakan tiang agama, jadi dalam keadaan apapun kita  wajib melaksanakan sholat, maka dari itu kita sebagai perawat wajib mengingatkan pasien untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.

حَافِظُوْاعَلَى الصَّلَوتِ وَالصَّلوةِالْوُسْطَ وَقُوْمُوْ الِلَّهِ قَنِتِيْنَ

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” (Al-Baqarah : 238)

Setelah perawat mengkaji agama pasien yang harus dilakukan perawat adalah menanyakan apakah pasien mampu melakukan ibadah . Jadi, tugas perawat disini adalah mendampingi pasien tersebut dan membantu segala keterbatasan fisiknya. Tentu bantuan disini disesuaikan dengan agama pasien dan bagaimana keadaan pasien sendiri.

“Bukanlah menghadap wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi
sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan yang mendermakan harta-harta yang dicintai kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan, para peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janji apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam saat peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah : 177)

Langkah- langkah dalam membimbing pasien ketika sholat    :

  1. Jelaskan fasilitas yang ada di kamar perawatan (nurse call, telepon, fasilitas kamar mandi, arah kiblat). Lalu tanyakan kepada pasien apakah akan melakukan sholat.
  2. Kajilah apakah pasien mampu atau tidak melakukan sholat sendiri. Apabila pasien tidak  dapat melakukan sholat sendiri maka perawat harus bisa membantu pasien,mulai dari wudlu/tayamumnya (apabila tidak bisa menggunakan air) dan mempersiapkan peralatan untuk tayamum dan pendampingan saat sholat. Apabila dia mampu melakukan sholat sendiri maka perawat hanya mengarahkan Pasien tersebut untuk melakukan sholat. Namun apabila ada keterbatasan untuk bergerak sehingga pasien tersebut tidak dapat berdiri peran perawat adalah membantu pasien untuk bersandar pada tembok, jika masih tidak sanggup bersandar maka perawat mengubah posisi pasien tersebut duduk untuk shalat. Jika pasien masih tidak sanggup duduk, maka posisi pasien pada saat  sholat sambil berbaring menghadap kiblat dengan miring di sisi kanan dapat dilakukan. Jika tidak mampu untuk menghadap kiblat maka sholatlah sesuai dengan arah posisinya. jika pasien tidak mampu berbaring,  maka sholatlah dengan posisi terlentang, kedua kakinya diarahkan ke arah kiblat dan kepalanya diangkat sedikit untuk mengarahkan ke kiblat. Jika kakinya tidak bisa diarahkan ke kiblat maka sholatlah sesuai dengan posisinya. Jika masih tidak mampu maka jelaskan kepada pasien bahwa diperbolehkan shalat dengan isyarat,misalnya dengan gerakan kepala, jika kepala tidak bisa maka boleh menggunakan isyarat mata dengan cara pada saat ruku ataupun sujud dengan kedipan mata.

Untuk itulah perawat wajib memberitahukan hal-hal diatas kepada pasien ataupun keluarga pasien. sebagaimana firman Allah SWT yang Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (Q.S: 2;185). selain firman diatas adalagi firman dari Allah SWT yang artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah. (Q.S : 64;16). Jika pasien tidak dapat berbuat apapun, maka pasien tersebut wajib kita bimbing untuk bershalat dengan cara pasien tersebut nershalat dengan hatinya. diniatkan dalam hatinya kalau kita sedang shalat sambil membayangkan gerakan shalat.

  • Membimbing pasien untuk bersuci

cara-solat-tayammum-panduan-lengkap-sembayang-blog-3-dalam-1

Sebagai seorang perawat kita harus membimbing pasien saat sedang bersuci . Bagi orang sakit bersuci bisa dilakukan dengan cara berwudhu jika dia mampu namun jika dia tidak mampu untuk menggerakan badannya untuk berwudhu maka di bolehkan untuk bertayamum , dan disini perawat membimbing pasien dalam melaksanakan tayamumnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”.  (Al-Maidah : 6)

  • Membimbing pasien dalam berpuasa jika memungkinkan

url

Perawat hendaknya membangunkan waktu sahur dan membimbing niat serta mengingatkan waktu imsak ,dan mengingatkan pula ketika buka puasa. Namun, itu pun dilakukan jika pasien memang mampu untuk berpuasa.

Menurut pendapat beberapa ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa agar terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan bermacam penyakit.

  • Membimbing dalam berzakat baik itu zakat fitrah maupun zakat mal.

adab-sedekah

Apabila kebetulan pasien dirawat menjelang idul fitri maka perawat sebaikna mengingatkan pasien atau pihak keluarga untuk mengeluarkan zakat fitrah.

  • Membimbing pasien untuk membaca kitab suci Al- Quran bersama-sama.

mengaji-alquran


Bimbing pasien dengan membaca Al-Quran terutama ayat-ayat dengan orang sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Dan memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-Quran daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya.

اتْلُ مَاأُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَالْكِتَابِ وَأَقِمِالصَّلَاةَإِنَّالصَّلَاةَتَنْهَىٰ عَنِالْفَحْشَاءِوَالْمُنْكَرِوَلَذِكْرُاللَّهِأَكْبَرُ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al-Ankabut : 45)

Dalam al- qur’an disebutkan bahwa Al-quran adalah pelajaran dan obat bagi penyakit batin serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

  • Ceritakan kisah-kisah dari tokoh-tokoh Islam.

Cerita tokoh Islam yang memiliki penyakit yang parah contohnya Nabi Ayub as. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya, namun beliau digambarkan sebagai sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Perawat bisa menjelaskan bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari kondisi sakit kita, diantaranya bisa lebih mengingat dan bergantung pada Allah, bisa dihapus dosa kita terutama jika kita sabar terhadap penyakit, dan sebagai berikut.

  • Membimbing untuk bersabar dan rela terhadap ketentuan Allah SWT.

gambar-kata-kata-mutiara-islam-tentang-sabar

” Barang siapa sakit pada malam hari, ia sabar dan rela terhadap ketentuan Allah SWT dalam menderita sakit maka lepaslah ia dari dosa-dosanya seperti pada waktu ia lahir dari kandungan ibunya” HR. Hakim

Abu Hurairoh RA berkata bahwa Rasululloh SAW bersabda:

 Barang siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah SWT, maka ia akan diberi ujian” HR. Bukhari”

Yaitu diuji dengan berbagai cobaan, baik itu sakit maupun selain itu kemudian Allah SWT memberi pahala dengan jalan itu ia bersabar dan rela (ikhlas).

Selain itu, ajaran Islam seorang muslim dilarang berputus asa atas segala cobaan yang Allah berikan, sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (QS. Yusuf: 87)

”Dan orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah SWT dan pertemuan dengan dia, mereka putus asa dari rahmatku, dan mereka mendapat azab pasti (QS. Al. Hajr:23)

Saat-saat menghadapi sakarataul maut maka hendaklah ia memperbaiki sangkaanya kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairoh bahwa Nabi bersabda:

”Firman Allah yang Maha Mulia lagi maha besar: Aku berada disisi sangkaan hambaku saja, yaitu menuruti sangkaan hambaku ketika ia menyangka terhadap aku” (HR. Bukhari Muslim)

  • Manganjurkan dan membimbing pasien tuk berdo’a kepada Allah SWT.

kartun_berdoa-ibu-anak-288x300

Karena dengan pasien berdoa maka pasien akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Artinya: ”Dan apabila hamba-hambaku bertanya: Padamu tentang Aku, maka jawablah bahwasannya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaku….” (QS. Al Baqarah: 186)

  • Membimbing agar selalu berdzikir kepada Allah SWT.

berdzikir

Dengan berdzikir hati pasien akan menjadi lebih tenang, nyaman, dan agar merasa semakin dekat dengan Allah SWT. Ini adalah mutlak, tercantum dalam Al-quran surat al-ra’du : 28 dan sabda Rasulullah SAW bawa dzikir kepada Allah adalah pengobat hati, dengan syarat ia harus beriman dan ikhlas. Pada hakikatnya shalat adalah dzikir, maka dzikir yang ikhlas akan mendatangkan rasa senang, optimis, dan persepsi positif.

الَّذِينَ آمَنُواوَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِاللَّهِ أَلَابِذِكْرِاللَّهِ تَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.“

  • Sebelum pasien pulang, perawat membimbing pasien dan keluarga untuk berdo’a (mensyukuri nikmat sembuh)

jenguk-orang-sakit

اللھم اني اسالك فرجا قریبا وصبرا جمیلا ورزقا واسعا والعافیة من جمیع البلاء واسالك تمام العافیة واسالك دوام العافیة واسالك الشكر علي العافیة واسالك الغني عن الناس ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظیم
“Wahai Tuhanku, bahwasanya aku memohon kelapangan dalam waktu yang dekat, kesabaran yang sempurna, rizki yang luas, terhindar dari segala bala. Ya Allah aku memohon kepada Engkau untuk pandai mensyukuri nikmat sehat yang Engkau limpahkan. Ya Allah aku memohon kepada Engkau kecukupan dari manusia (tidak memerlukan kepada orang lain). Tak ada daya dan tak ada tenaga, kekuatan melainkan dengan Allah yang Maha tinggi lagi maha besar.

Perawat harus mengetahui ke mana ia harus mengarahkan dan perawat juga harusbisa menjadi cahaya yang mampu menunjukkan klien nya jalan yang bisa menyelamatkannya tidak hanya urusan sakit di dunia saja tetapi juga untuk di akhirat kelak.

Referensi     :

  1. Al- Qur’an
  2. Ash Shiddieqy, HAsbi.1951.pedoman shalat.jakarta.penerbit bulan bintang
  3. http://islampos.com/tata-cara-sholat-orang-yang-sakit-49643/
  4. http://www.darussalaf.or.id/fiqih/tata-cara-shalat-orang-sakit/